Polewali Mandar – Banjir Polewali Mandar kembali melanda wilayah Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut sejak Sabtu malam. Curah hujan tinggi membuat debit air sungai meningkat drastis hingga akhirnya meluap ke permukiman warga. Kondisi semakin parah karena sistem drainase di kawasan tersebut tersumbat lumpur dan sampah, sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik.
Baca Juga: Ratusan Warga Polewali Mandar Antre Berjam-jam untuk Cairkan BLTS Kesra Rp900 Ribu
Dalam waktu singkat, air memasuki rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai 50 hingga 120 sentimeter. Sejumlah perabotan seperti kasur, lemari, elektronik, hingga dokumen penting ikut terendam. Warga berusaha menyelamatkan barang yang masih bisa diselamatkan sebelum mengalami kerusakan lebih parah.

Salah satu warga, Alimuddin, menegaskan bahwa keluhan terkait buruknya drainase sudah sering mereka sampaikan kepada pemerintah daerah. Namun, hingga kini belum ada tindakan signifikan. Ia menyebut banjir kali ini sebagai yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Hanya dalam waktu dua jam hujan, wilayah tersebut langsung tergenang, dan air sempat naik kembali akibat banjir kiriman dari dusun lain.
Baca Juga: 2701 KPM di Polman Terima BLTS Kesra Rp900 Ribu
Warga kini meminta pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dan perbaikan drainase agar masalah serupa tidak terus terulang. Mereka menilai kerusakan infrastruktur menjadi faktor utama meluasnya genangan.
Situasi banjir Polewali Mandar ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai kesehatan masyarakat, karena air bercampur lumpur dan sampah berpotensi membawa penyakit. Warga berharap pemerintah bergerak cepat dan memberikan solusi agar desa mereka tidak lagi menjadi langganan banjir setiap musim hujan.







