,

Incinerator Polewali Musnahkan 30 Ton Sampah dalam Uji Coba

oleh -487 Dilihat

POLEWALI – Sejak dimulainya uji coba operasional mesin incinerator pemusnah sampah ramah lingkungan oleh Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, pada 10 November 2025 bertepatan dengan Hari Pahlawan, hingga Kamis, 13 November 2025, tercatat sebanyak 30 ton sampah rumah tangga atau setara dengan enam unit truk kontainer telah dimusnahkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Polewali Mandar, Moh. Jumadil Tappawali, menjelaskan bahwa saat ini baru satu unit incinerator yang diuji coba untuk pengenalan mekanisme, proses pembakaran, serta pelatihan penerapan Standard Operating Procedure (SOP) bagi tenaga kebersihan DLHK yang menjadi operator. Uji coba ini juga menjadi dasar evaluasi terhadap kebutuhan sarana dan prasarana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang masih perlu dilengkapi oleh UPTD TPA Binuang.

Baca Juga: 50 Murid Disabilitas SLB Polewali Terima KIA

“Rencananya pada Senin, 17 November 2025, dua unit incinerator akan mulai dioperasikan. Dengan kapasitas tersebut, kami memperkirakan dapat memusnahkan sekitar 20 ton sampah per hari, atau setara dengan empat truk kontainer,” ujarnya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui DLHK mengoperasikan 12 unit truk sampah dengan total kapasitas angkut sekitar 60 ton per hari, yang melayani wilayah Kecamatan Polewali, sebagian kecil Kecamatan Binuang, dan Kecamatan Matakali.

Dalam rapat evaluasi petugas kebersihan dan operator angkutan yang digelar Rabu, 12 November 2025, di Sanggar Assitalliang DLHK, Jumadil menekankan pentingnya disiplin dalam pemilahan sampah sejak dari sumber. Ia mengarahkan agar petugas kebersihan melakukan pemilahan sampah ekonomis saat mengangkut dari rumah warga, serta menyediakan wadah terpisah di setiap armada.

DLHK Polman Uji Coba Incinerator Ramah Lingkungan, Mampu Musnahkan Sampah  20 Ton Per Hari - Radar Sulbar

“Petugas motor sampah juga wajib memilah sebelum membuang ke kontainer. Hanya sampah residu yang seharusnya dibawa ke incinerator untuk dimusnahkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan M. Hajir mengimbau seluruh petugas kebersihan untuk tetap sabar, ikhlas, dan semangat dalam menjalankan tugas. Ia juga menyampaikan program “Sedekah Qurban dari Sampah Kantong Kresek”, di mana hasil penjualan kantong kresek ke bank sampah akan dikumpulkan untuk membeli hewan kurban pada Iduladha 2026. Hewan tersebut nantinya akan dibagikan kepada petugas kebersihan dan pertamanan.

“Selain kantong kresek, petugas juga bisa menabung sampah ekonomis lainnya di bank sampah atau menukarnya langsung dengan uang maupun emas,” jelas Hajir.

Kepala UPTD TPA Binuang, Mansyur, menambahkan bahwa setelah pembangunan sarana Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) rampung tahun ini, truk sampah tertutup akan diarahkan ke hanggar pemilahan. Di tempat itu, pemilahan dilakukan dengan dua unit mesin pemilah sampah berkapasitas besar, bahkan lebih besar dibandingkan dengan mesin Matappa dan Obat Sampah.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Polewali Kredensialing RSUD Hajjah Andi Depu

Menurut Mansyur, volume sampah ekonomis diperkirakan mencapai 20 persen dari total sampah masuk, atau sekitar 12 ton per hari. Adapun sampah organik sekitar 55–60 persen (33 ton) akan diolah menjadi pupuk organik, sedangkan sampah residu 20–25 persen (15 ton) akan dimusnahkan menggunakan incinerator. Abu hasil pembakaran bisa dimanfaatkan sebagai campuran pupuk organik atau bahan pembuat batako.

Ia menambahkan, seiring pertumbuhan penduduk dan ekonomi, volume sampah rumah tangga juga akan meningkat. Jenis sampah yang paling banyak diperkirakan adalah sampah bernilai ekonomi.

“Strategi utama yang direkomendasikan Kementerian Lingkungan Hidup RI adalah pengurangan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Namun, hal ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh DLHK, perlu kolaborasi lintas instansi,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah kecamatan, kepala pasar, lurah atau kepala desa, RT/RW, komunitas, hingga Satpol PP. “Harus ada satu komando yang menjadi penggerak dalam tim kolaborasi ini agar penanganan sampah berjalan efektif,” tutup Mansyur.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.